CUITANKALTIMCOM, BONTANG – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bontang mendorong sekolah mempertimbangkan pelaksanaan perpisahan siswa di dalam kota.
Imbauan ini disampaikan di tengah maraknya rencana study tour ke luar daerah. Hal ini dinilai lebih efisien dan tetap bermakna.
Perpisahan siswa menjadi momen penting dalam perjalanan pendidikan. Setiap sekolah memiliki cara tersendiri untuk merayakannya.
Namun, konsep sederhana dinilai tidak mengurangi nilai kebersamaan.
Study tour selama ini menjadi pilihan favorit. Kegiatan tersebut menggabungkan unsur edukasi dan rekreasi. Siswa diajak belajar di luar lingkungan sekolah.
Di sisi lain, muncul berbagai kritik dari orang tua. Biaya yang tinggi menjadi salah satu alasan utama. Selain itu, faktor keselamatan juga menjadi perhatian.
Kepala Disdikbud Bontang, Abdul Safa Muha, menilai kegiatan dalam kota bisa menjadi alternatif. Ia menyebut konsep tersebut tetap memiliki nilai edukatif.
“Kalau kegiatan di dalam kota itu menurut saya tetap bagus dan tidak mengurangi makna,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Ia mencontohkan beberapa sekolah yang telah menerapkan konsep tersebut. Kegiatan digelar di gedung atau fasilitas lokal. Hal ini dinilai lebih aman dan terjangkau.
Disdikbud tidak melarang study tour ke luar daerah. Namun, sekolah diminta mempertimbangkan berbagai aspek. Termasuk kesiapan siswa dan dukungan orang tua.
Menurut Safa, komunikasi menjadi kunci utama. Sekolah harus melibatkan orang tua dalam pengambilan keputusan. Dengan demikian, tidak ada pihak yang merasa dirugikan.
“Hal itu menurut saya bisa menjadi contoh. Kita berharao sekolah dapat memilih konsep terbaik. Tujuannya agar kegiatan tetap aman, edukatif, dan berkesan,” punhkasnga, (MH/ADV)

















