CUITANKALTIM.COM, BONTANG – SKB Bontang kembali menorehkan capaian penting dalam penguatan pendidikan non-formal setelah ditetapkan sebagai sekolah model implementasi pembelajaran mendalam serta program Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) tingkat nasional.
Capaian ini menempatkan SKB Bontang sebagai satu-satunya SPNF dari Kalimantan Timur yang masuk dalam program strategis tersebut.
Penetapan itu tertuang dalam SK Nomor 24 Tahun 2026 yang menetapkan 29 SPNF di Indonesia sebagai sekolah model. Dari jumlah itu, hanya SKB Bontang yang dipercaya mewakili Kalimantan Timur.
Plt Kepala SPNF SKB Bontang, Hairul Saleh, menyebut penunjukan ini menjadi indikator bahwa lembaga pendidikan non-formal juga memiliki kapasitas untuk terlibat dalam agenda transformasi pendidikan nasional, khususnya melalui pendekatan pembelajaran mendalam.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah indikator yang menjadi dasar seleksi, mulai dari kesiapan tenaga pendidik yang telah mengikuti pelatihan, akreditasi minimal B, hingga rapor pendidikan yang berada minimal pada kategori sedang.
“SKB Bontang memenuhi seluruh indikator yang dipersyaratkan. Dari seluruh SPNF di Kalimantan Timur, hanya SKB Bontang yang lolos dan ditetapkan,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya, program KKA di jalur non-formal saat ini masih bersifat penguatan, berbeda dengan pendidikan formal yang mulai diarahkan menjadi bagian integral pembelajaran.
Namun, implementasi pembelajaran mendalam akan menjadi fokus utama yang terus dikembangkan.
Dia menambahkan, capaian tersebut juga tidak terlepas dari proses penguatan kapasitas yang telah dilakukan selama ini, termasuk keterlibatannya dalam program pembelajaran mendalam di Australia sebagai satu-satunya pamong belajar jalur non-formal dari Indonesia.
“Pengalaman itu, menjadi bekal dalam mendorong pengembangan model pembelajaran yang lebih adaptif dan inovatif di lingkungan SKB Bontang,” kata dja.
Program Koding dan Kecerdasan Artifisial sendiri ditujukan untuk memperkuat kemampuan berpikir komputasional, literasi digital, pemrograman dasar, analisis data, serta pemahaman etika penggunaan kecerdasan buatan.
Dengan status baru ini, SKB Bontang diharapkan mampu menjadi pusat rujukan pengembangan pendidikan non-formal inovatif, sekaligus mempertegas kontribusi Bontang dalam penguatan pendidikan alternatif di tingkat nasional. (MH/ADV)

















