SAMARINDA – Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud menjelaskan alasan dirinya tidak menemui langsung massa aksi demo 214 Kaltim pada Selasa (21/4/2026), lalu.
Dia menyebut keputusan itu diambil karena pertimbangan keamanan serta agar dialog tetap berjalan efektif.
Ketua Golkar Kaltim itu menilai situasi di lapangan saat aksi berlangsung cukup tegang.
“Suhu lapangan panas, karna massa aksi terus emosional, apalagi ada dugaan lempar batu,” ujarnya saat konferensi pers dihadapan awak media, Kamis 23 April 2026.
Ia juga menegaskan, pemerintah sebenarnya sudah menawarkan jalur dialog resmi di kantor gubernur maupun rumah jabatan, namun tidak disepakati oleh perwakilan massa yang tetap ingin bertemu di lokasi aksi.
Kemudian, dirinya juga menyinggung potensi risiko jika dirinya hadir langsung di tengah massa yang emosional.
“Kami minta untuk berdialog,” katanya, sembari menyebut adanya insiden pelemparan setelah batas waktu aksi berakhir sekitar pukul 18.00 Wita.
Meski begitu, Pemprov Kaltim tetap membuka ruang komunikasi. Rudy menegaskan, pintu dialog tetap terbuka, selama dilakukan dalam kondisi aman, tertib, dan sesuai prosedur. (*/IBS)

















