BONTANG – Anggota DPRD Bontang, Winardi, menegaskan bahwa pembangunan Kota Bontang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik dan infrastruktur semata.
Tetapi juga harus menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama dalam membentuk sumber daya manusia yang beradab dan berintelektual.
Hal tersebut di sampaikannya saat menghadiri diskusi bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan jajaran DPRD Bontang.
Menurut, Winardi, guru memiliki peran strategis sebagai pondasi etik dan intelektual bagi generasi penerus bangsa.
“Guru ini adalah pondasi etik dan intelektual. Kalau tidak ada guru, percuma kita punya nilai intelektual tinggi kalau tidak punya adab,” ujarnya pada selasa (12/5/2026).
Politikus yang akrab di sapa Awin itu juga menceritakan latar belakang pendidikannya yang lahir dan besar di Bontang, tepatnya di Loktuan.
Winardi, mengaku menempuh pendidikan mulai dari TK hingga SMP di Bontang sebelum melanjutkan SMA berbasis agama demi memperkuat pendidikan moral dan spiritualnya.
Menurutnya, pembentukan karakter dan intelektualitas tidak bisa dipisahkan. Karena itu, peran guru menjadi sangat penting dalam membentuk peradaban masyarakat yang lebih baik.
“Di guru ini lengkap. Adabnya dibentuk, intelektualnya juga dibentuk. Jadi pembangunan Kota Bontang itu bukan melulu soal infrastruktur, tetapi bagaimana menciptakan sumber daya manusia yang punya adab dan intelektual yang baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut Winardi juga meminta DPRD, khususnya Komisi A yang menjadi mitra kerja sektor pendidikan, agar terus membuka ruang diskusi dan mengakomodasi kebutuhan PGRI selama tidak bertentangan dengan regulasi dan kemampuan keuangan daerah.
Dia juga menegaskan bahwa sektor pendidikan memiliki posisi penting dalam kebijakan anggaran daerah, mengingat amanat mandatory spending pendidikan sebesar 20 persen dalam APBD.
“Kalau ada yang lebih penting daripada pendidikan, kita enggak usah bicara program lain dulu. Mandatory spending pendidikan itu sudah jelas 20 persen,” pungkasnya. (*/Nwl)

















