KUTIM – Langit di Bukit Subur seakan menjadi saksi sebuah peristiwa yang akan dikenang dalam perjalanan pendidikan di pelosok Kecamatan Telen, Kutai Timur (Kutim). Di antara senyum yang mengembang dan mata yang berkaca-kaca, Angkatan Pertama SD Eka Tjipta 01 Filial Telen – Bukit Subur resmi dilepas menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi, Sabtu (30/5/2026).
Hari itu bukan sekadar acara perpisahan. la adalah penanda lahirnya sejarah. Sebuah kisah tentang sebelas anak yang menjadi pelopor, menorehkan jejak pertama dalam lembar perjalanan sekolah yang tumbuh dan berkembang di tengah hamparan perkebunan Sawit Bukit Subur, Desa Juk Ayaq, Kabupaten Kutim.
Acara dihadiri jajaran manajemen Bukit Subur Estate, di antaranya Manajer Bukit Subur Estate Sutrisno, Askep Manajer Juli Frendi H Purba, KTU Ani Iskandar, Asisten Divisi 1 Muhammad Juandi, Asisten Divisi 3 Wayan Widiantara, serta Anwar Prayogi selaku RSPO.
Wakil Kepala Sekolah sekaligus Koordinator SD Eka Tjipta 01 Filial Telen–Bukit Subur Mastuki mengatakan keberhasilan anak tidak hanya diukur dari nilai akademik semata. Menurutnya, setiap anak memiliki potensi dan proses perkembangan yang berbeda.
“Kami berharap orang tua terus mendampingi dan memberikan dukungan kepada anak-anak tanpa membandingkan mereka dengan yang lain,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga tutur kata dalam proses pengasuhan. Sebab, kata-kata orang tua dapat menjadi sumber motivasi sekaligus membentuk kepercayaan diri anak.
Sementara itu, Manajer Bukit Subur Estate Sutrisno mengajak para siswa untuk terus membangun semangat juang dalam menempuh pendidikan. Menurutnya, ketangguhan dan kemandirian perlu ditanamkan sejak dini agar anak mampu menghadapi berbagai tantangan di masa depan.
Dalam sambutannya, ia turut membagikan kisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim Mulyono yang pernah menempuh perjalanan panjang menuju sekolah sambil membantu orang tua berjualan sayur. Kisah tersebut disampaikan sebagai motivasi agar para siswa tidak mudah menyerah dalam meraih cita-cita.
Selain prosesi pelepasan, kegiatan juga dimeriahkan penampilan seni dari siswa kelas I hingga kelas V. Beragam pertunjukan tari, lagu, dan drama musikal mendapat apresiasi dari para orang tua dan tamu undangan yang hadir.
Suasana haru terasa saat prosesi basuh kaki ibu. Dalam kegiatan tersebut, para siswa menyampaikan rasa terima kasih dan permohonan maaf kepada orang tua mereka. Tangis haru pecah ketika para siswa memeluk ibu masing-masing sebagai bentuk penghormatan atas pengorbanan dan kasih sayang yang telah diberikan selama ini.
Pada kesempatan itu, penghargaan Siswa Terbaik Angkatan Pertama diberikan kepada Alkhalifi Zikri Hady Pratama atas prestasi dan capaian akademiknya selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
Pihak sekolah berharap para lulusan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan semangat belajar yang tetap terjaga serta mampu mengharumkan nama keluarga, sekolah, dan daerah di masa mendatang. (*/Red)

















