CUITANKALTIM.COM, BONTANG – SD Negeri 006 Bontang Utara mengambil langkah antisipatif dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan memperkuat dukungan jaringan internet guna mencegah gangguan sistem selama ujian berlangsung.
Strategi itu diterapkan seiring pelaksanaan TKA dua gelombang pada 20-21 April 2026 yang diikuti 59 siswa.
Kepala SD Negeri 006 Bontang Utara, Catur Ratna Juniarsih, mengatakan seluruh peserta dibagi dalam dua sesi setiap hari.
Pada hari pertama, sebanyak 30 siswa mengikuti sesi awal mulai pukul 08.00 hingga 10.00 Wita, dilanjutkan sesi kedua berjumlah 29 siswa setelah jeda istirahat.
Menurutnya, pembagian sesi sekaligus penambahan dukungan jaringan menjadi bagian dari evaluasi sekolah setelah sebelumnya sempat ditemukan gangguan koneksi saat simulasi.
Sekolah kemudian berkoordinasi dengan penyedia layanan Telkom untuk memperkuat kestabilan internet selama ujian berbasis digital berlangsung.
“Dari hasil uji coba sebelumnya kami evaluasi, sehingga dilakukan penambahan jaringan agar saat pelaksanaan utama tidak mengalami gangguan,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Tak hanya dari sisi internet, sekolah juga mengantisipasi potensi gangguan daya listrik dengan menonaktifkan sementara sejumlah perangkat di ruang lain, termasuk pendingin udara, agar pasokan tetap fokus mendukung pelaksanaan ujian.
Dua ruang kelas digunakan dalam ujian, masing-masing menampung 15 peserta untuk satu sesi. Seluruh siswa hadir mengikuti ujian dan pengawas eksternal dari SD Negeri 002 Bontang turut mendukung pelaksanaan.
Hingga hari pertama berjalan, Catur memastikan tidak ditemukan kendala berarti. Sistem berjalan lancar, siswa dapat mengikuti ujian dengan tertib, dan langkah mitigasi yang dilakukan dinilai efektif menjaga stabilitas pelaksanaan.
“Untuk mendukung konsentrasi peserta, kegiatan belajar siswa kelas 1 hingga kelas 5 juga diliburkan sementara agar lingkungan sekolah tetap kondusif selama asesmen berlangsung,” pungkasnya. (MH/ADV)

















