BONTANG – Hampir sepekan terombang-ambing di laut lepas, nelayan asal Berbas Pantai, Saharuddin (39), akhirnya kembali dengan selamat pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 12.00 WITA menggunakan kapalnya sendiri.
Kisahnya menjadi potret perjuangan hidup di tengah ganasnya laut. Berangkat melaut sejak 23 Maret, Saharuddin sempat dilaporkan hilang setelah mengalami kerusakan pada bagian kemudi dan komponen mesin kapal.
“Iya, dia pulang sendiri pakai kapalnya sekitar jam 12 siang,” ujar sang istri, Nasriani.
Dalam kondisi serba terbatas, Saharuddin harus bertahan hidup di tengah laut tanpa kepastian arah.
Kerusakan yang awalnya terjadi pada tongkat kemudi, disusul patahnya komponen mesin, membuatnya sulit mengendalikan kapal.
Namun dengan kreativitasnya, ia mencoba memperbaiki kerusakan tersebut menggunakan kunci dan karet agar kapal tetap bisa berjalan.
Tak hanya itu, cobaan terberat datang saat persediaan air minum habis. Meski bahan makanan masih tersedia, ia terpaksa mengambil keputusan ekstrem demi bertahan hidup.
“Airnya habis, jadi dia sempat minum air laut,” ungkap Nasriani.
Selama berhari-hari, ia terus terombang-ambing mengikuti arus hingga sempat terbawa ke perairan Balikpapan.
Dalam perjalanannya, Saharuddin juga sempat bertemu kapal tugboat dan ditarik hingga mendekati perairan Samarinda.
Namun, dengan inisiatif sendiri, ia memilih melanjutkan perjalanan menggunakan kapalnya meski dalam kondisi terbatas.
Setelah berjuang melawan kelelahan, dehidrasi, dan cuaca laut, Saharuddin akhirnya berhasil kembali ke rumah.
Namun kondisinya sudah sangat lemah dan sempat beristirahat sejenak di rumah, pihak keluarga akhirnya membawanya ke RSUD Taman Husada untuk mendapatkan penanganan medis.
“Saya paksa ke rumah sakit, karena kondisinya sudah lemas sekali,” kata Nasriani.
Saat ini, Saharuddin masih menjalani perawatan intensif akibat kelelahan dan keluhan nyeri di bagian dada setelah hampir sepekan bertahan hidup di laut lepas.(*/Niwil)

















