BONTANG – Warga Kampung Sidrap, Kelurahan Guntung, Bontang, mengaku kaget dan terbebani dengan kenaikan tarif air yang diberlakukan oleh Perumda Air Minum Tirta Taman (PDAM) mulai April 2026.
Sejumlah warga menyampaikan bahwa lonjakan tagihan air terjadi cukup drastis dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Salah seorang warga menyebutkan, ada pelanggan yang harus membayar hingga Rp600 ribu per bulan.
Sementara itu, di rumah lainnya, tagihan yang biasanya berkisar Rp60 ribu kini meningkat menjadi sekitar Rp171 ribu.
“Kenaikannya terasa sangat tinggi, padahal pendapatan warga tidak mengalami peningkatan,” ungkap salah satu warga.
Selain tarif air, warga juga mengeluhkan kenaikan biaya listrik yang terjadi dalam waktu bersamaan, sehingga semakin menambah beban pengeluaran rumah tangga.
Tak hanya soal tarif, warga juga menyoroti distribusi air yang dinilai belum optimal. Air disebut hanya mengalir setiap dua hari sekali.
Dalam beberapa kasus, aliran air bahkan baru kembali mengalir setelah jeda tiga hari, misalnya dari Kamis hingga Minggu.
“Kami berharap kalau memang tarif naik, pelayanan juga harus lebih baik. Saat ini air tidak mengalir setiap hari,” tambah warga lainnya.
Diketahui, penyesuaian tarif air minum oleh Perumda Air Minum Tirta Taman merupakan tindak lanjut dari keputusan Pemkot, dan sebelumnya telah melalui tahap sosialisasi kepada masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, Direktur PDAM Bontang belum memberikan tanggapan atas upaya konfirmasi yang dilakukan oleh pihak media. (*/Niwil)

















