BONTANG – DPRD Kota Bontang mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui berbagai inovasi, di tengah menurunnya dana transfer dan kondisi fiskal yang semakin terbatas.
Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, mengatakan penguatan PAD menjadi langkah penting untuk menjaga kemandirian fiskal daerah.
Hal itu disampaikan dalam rapat kerja bersama Dispopar dan KONI di Sekretariat DPRD Bontang, Selasa (12/5/2026).
“Di tengah penurunan DBH dan APBD yang hanya sekitar Rp1,990 triliun, kita harus lebih kreatif meningkatkan PAD,” ujarnya.
Rustam menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi untuk mencari solusi terbaik dalam peningkatan pendapatan daerah tanpa membebani masyarakat.
“Yang penting kemandirian fiskal bisa naik, PAD meningkat, tapi masyarakat tetap bisa menerima kebijakan ini,” katanya.
Salah satu opsi yang tengah dikaji adalah optimalisasi retribusi di kawasan strategis. Namun, ia menegaskan kebijakan tersebut harus mempertimbangkan dampak sosial di masyarakat.
“Retribusi bisa menjadi pilihan, tapi dampaknya harus diperhatikan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa sebelum kebijakan diterapkan, sosialisasi kepada masyarakat harus dilakukan lebih dulu agar tidak menimbulkan penolakan di lapangan.
“Sosialisasi itu penting agar tidak terjadi kegaduhan,” pungkasnya. (*/Nwl)

















