SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menggelar rapat koordinasi lintas instansi.
Tujuanya, guna menata kembali pengamanan jalur pelayaran Sungai Mahakam, setelah fender Jembatan Mahakam Ulu rusak akibat benturan kapal tongkang.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengatakan, kejadian berulang tersebut tidak bisa dianggap sebagai insiden biasa karena menyangkut keselamatan infrastruktur strategis daerah.
“Kalau ini terus berulang, risikonya besar. Jembatan adalah aset penting, tidak boleh dibiarkan tanpa perlindungan,” ujar Rudy, didampingi Wakil Gubernur Seno Aji, Senin 5 Januari 2026.
Menurutnya, pengaturan alur kapal di sekitar jembatan harus diperjelas dan pengawasan di lapangan diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Kita minta semua pihak terlibat, jangan berjalan sendiri-sendiri. Sungai Mahakam ini jalur vital, jadi tata kelolanya harus tertib,” tegasnya.
Dengan begitu, Pemprov Kaltim akan menindaklanjuti hasil rapat dengan langkah teknis untuk memperkuat sistem pengamanan jembatan, termasuk di sejumlah titik rawan di Samarinda dan Kutai Kartanegara. (*/Red)

















