KUTIM – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kutai Timur menggelar aksi di Kantor DPRD Kutai Timur, Rabu (4/3/2026).
Massa datang membawa enam poin tuntutan. Mereka menilai masih banyak persoalan publik yang belum tertangani.
Ketua DPC GMNI Kutim, Deo Datus Feran Kacaribu, menyebut aksi ini bentuk kepedulian mahasiswa.
“Masih ada masalah yang menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga. Itu yang kami suarakan,” ujarnya.
Salah satu tuntutan ialah pemasangan lampu jalan di Road 9. Titik itu dinilai rawan kecelakaan.
“Penerangan minim. Ini soal keselamatan pengendara,” tegasnya.
Kerusakan di Jalan Soekarno-Hatta juga disorot. Ruas itu merupakan akses menuju RSUD Kudungga dan jalur utama pelajar serta mahasiswa.
“Jalan ini vital. Harus segera diperbaiki,” sambungnya.
Massa juga meminta penertiban Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas). Mereka menilai perlu ada dasar hukum yang jelas.
“Supeltas harus dikaji ulang. Jika tak sesuai aturan, perlu ditertibkan,” katanya singkat.
GMNI turut mendesak penempatan polisi lalu lintas di titik strategis. Termasuk dorongan pengesahan aturan Kapolres terkait perlindungan ojek online dan pekerja rentan kecelakaan maupun kriminalitas.
“Kami akan kawal tindak lanjutnya. Ini aspirasi rakyat,” tegas Deo.
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Kutim, Jimmi, mengapresiasi aksi mahasiswa.
“Aspirasi ini penting untuk perbaikan bersama,” ujarnya.
Dia memastikan DPRD akan mengkaji tuntutan tersebut dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar solusi bisa segera direalisasikan. (*/Arya)

















