KUTIM – Pelaksanaan Musyawarah Kabupaten (Mukab) V Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kutai Timur (Kutim) diharapkan berlangsung dalam suasana kondusif. Hal itu disampaikan Ketua Kadin Kutim, Ahlang Edi, menjelang agenda pemilihan kepemimpinan organisasi tersebut pada Rabu (6/5).
Ia menekankan pentingnya menjaga kebersamaan di antara peserta Mukab, baik dari unsur pengurus maupun peninjau. Menurutnya, dinamika dalam forum organisasi merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh mengarah pada perpecahan.
Ahlang menilai Mukab bukan sekadar agenda rutin pergantian ketua, melainkan momentum untuk memperkuat peran dunia usaha dalam pembangunan daerah. Karena itu, seluruh pihak diminta menahan diri dan tetap mengedepankan kepentingan organisasi.
“Saya memohon kepada teman-teman peserta maupun peninjau, mari kita jaga bersama agar Mukab ini berjalan dengan damai,” ujarnya, di Sangatta, Selasa malam (5/5).
Ia juga mengingatkan agar tidak muncul sekat atau pengelompokan di antara sesama pengusaha yang dapat mengganggu soliditas Kadin ke depan. Menurutnya, suasana yang kondusif akan berpengaruh pada kualitas kepengurusan yang dihasilkan.
Selain itu, Ahlang menegaskan seluruh tahapan Mukab harus tetap berjalan sesuai aturan organisasi. Ia menyebut kepatuhan terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Peraturan Organisasi (PO) menjadi kunci agar hasil musyawarah memiliki legitimasi.
“Harapannya, Kadin ke depan bisa lebih hebat lagi dan sinergi dengan pemerintah bisa lebih terasa dampaknya bagi masyarakat,” pungkasnya. (*/Arya)

















