KUTIM – Di tengah gencarnya pembangunan infrastruktur perkotaan serta dominasi sektor tambang dan perkebunan sawit di Kutai Timur, ironi justru terjadi di wilayah pedalaman.
Seperti di Desa Longjak, Kecamatan Busang, para pelajar harus mempertaruhkan nyawa demi mengenyam pendidikan.
Setiap hari, mereka terpaksa menyeberangi sungai menggunakan perahu karena hingga kini belum tersedia jembatan penghubung antarwilayah.
Kondisi memprihatinkan ini viral setelah diunggah melalui akun Instagram @emmakfarida77.
Dalam video tersebut, warga mengungkapkan bahwa mereka telah lama menantikan pembangunan jembatan, namun hingga kini belum juga terealisasi.
Camat Busang, Uleh Juk, membenarkan situasi tersebut. Dia menyebut akses utama masyarakat memang masih bergantung pada transportasi perahu.
“Kondisi itu sudah lama. Saya juga baru di sana, jadi belum tahu persis detailnya,” ujarnya, Rabu (8/4/2026), saat dikonfirmasi.
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan membutuhkan anggaran besar sehingga harus direncanakan dalam skema multiyears.
“Belum masuk musrenbang, karena ini proyek skala besar, harus melalui program multiyears,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Kutai Timur, Jimmi, menyatakan pihaknya akan menindaklanjuti persoalan tersebut dengan meninjau langsung ke lokasi.
“Nanti kami cek lokasinya,” singkatnya.
Video tersebut memicu reaksi publik. Banyak masyarakat mendesak pemerintah segera membangun jembatan agar para pelajar tidak lagi mempertaruhkan keselamatan hanya untuk pergi ke sekolah. (*/Arya)

















