BONTANG – Upah Minimum Kota (UMK) Bontang diproyeksikan berpotensi mengalami peningkatan hingga 4 juta di tahun 2027.
Walikota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan kenaikan UMK bersamaan dengan kondisi pertumbuhan ekonomi yang mulai stabil.
Sebab, dalam beberapa tahun terakhir Bontang hanya mengalami peningkatan di angka 19 ribu, hal tersebut disebabkan karena kondisi ekonomi yang mengalami penyusutan.
“Pertumbuhan ekonomi kita di tahun 2024 minus 2 persen. Sehingga kenaikan UMK tidak signifikan,” ujarnya, Jumaat 1 Mei 2026.
Namun, di tahun 2026 kondisi ekonomi Kota Bontang mulai stabil, ia sebut memungkinkan mengalami kenaikan UMK yang signifikan.
Melihat kondisi ekonomi yang berada di kisaran 3 persen bahkan dapat mencapai angka 6 persen apabila sektor migas masuk dalam perhitungan.
Sehingga dengan kondisi tersebut, pemerintah optimis di tahun 2027 akan mengalami peningkatan yang signifikan dan dapat mencapai 4 juta.
“Nanti ada hitung-hitungannya, sekarang UMK berkisar 3,7 bisa 4 juta di tahun 2027,” terangnya.
Meski begitu, Neni Moernaeni menegaskan kenaikan tetap akan mengikuti kebijakan pusat, dengan rujukan indikator pertumbuhan ekonomi dan inflasi.
Baginya, komunikasi pemerintah, perusahaan dan pekerja penting untuk dilakukan dalam menetapkan upah agar tetap adil terhadap pekerja.
“Kami menekankan pentingnya komunikasi yang baik untuk mencari jalan terbaik bagi kesejahteraan buruh,” pungkasnya. (*/Niwil)

















