Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan
No Result
View All Result
Cuitan Kaltim

Beranda » Kisah Pilu Bocah Ngada, Andi Sofyan Hasdam Desak Pendataan Miskin Ekstrem

Kisah Pilu Bocah Ngada, Andi Sofyan Hasdam Desak Pendataan Miskin Ekstrem

by Redaksi Cuitan Kaltim
4 Februari 2026
in Dinamika, Nasional, Umum
0
Anggota DPD RI Dapil Kalimantan Timur, Andi Sofyan Hasdam,

Anggota DPD RI Dapil Kalimantan Timur, Andi Sofyan Hasdam. (Ist)

Share on Facebook

NGADA, NTT – Peristiwa tragis yang menimpa seorang siswa sekolah dasar di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengguncang banyak pihak dan memantik keprihatinan luas.

Kasus ini dinilai bukan sekadar tragedi keluarga, tetapi cerminan persoalan kemiskinan ekstrem yang masih nyata di berbagai daerah di Indonesia.

Anggota DPD RI Dapil Kalimantan Timur, Andi Sofyan Hasdam, menilai kejadian tersebut harus menjadi perhatian nasional, bukan hanya dipandang sebagai persoalan lokal.

“Kalau bukan media besar yang mengangkat, bisa jadi peristiwa seperti ini berlalu begitu saja. Padahal ini tragedi kemanusiaan yang menunjukkan masih ada warga hidup dalam kondisi sangat memprihatinkan,” ujarnya, Rabu 4 Februari.

Menurut Andi Sofyan Hasdam, keputusan mengakhiri hidup pada anak usia sekolah tidak bisa dilihat sebagai tindakan sesaat.

Dia menilai, kondisi tekanan hidup berkepanjangan akibat kemiskinan dapat memicu beban mental berat, bahkan pada anak-anak.

Siswa tersebut diketahui berasal dari keluarga kurang mampu. Ibunya yang seorang diri harus menafkahi beberapa anak dengan penghasilan tidak tetap.

Situasi ini, kata Andi, menggambarkan bagaimana kesulitan ekonomi dapat menekan keluarga hingga titik terendah.

“Bagi kita yang hidup di kota, mungkin sulit membayangkan ada anak putus asa karena kebutuhan sekolah yang bagi sebagian orang terlihat kecil. Tapi bagi keluarga miskin ekstrem, itu bisa menjadi beban besar,” katanya.

Andi menegaskan, tragedi ini seharusnya menjadi momentum bagi pemerintah pusat dan daerah untuk melakukan pendataan ulang secara cepat dan akurat terhadap warga miskin ekstrem.

Ia menyoroti masih adanya keluarga yang hidup dalam kondisi tidak layak huni, kekurangan pangan, dan luput dari bantuan sosial karena persoalan administrasi data.

“Kemiskinan ekstrem bukan kejadian mendadak. Lingkungan sekitar pasti tahu kondisi mereka. Kalau sampai tidak terdata dan tidak dapat bantuan, berarti ada yang salah dalam sistem,” tegasnya.

Dirinya mendorong agar pemerintah daerah memprioritaskan program bedah rumah, bantuan tunai langsung, serta penciptaan lapangan kerja sederhana bagi warga miskin yang masih produktif, seperti pekerjaan kebersihan, proyek fisik, maupun dukungan modal usaha kecil.

“Ini bukan saatnya berteori. Mereka butuh pertolongan nyata dan cepat,” tambahnya.

Andi juga mengingatkan para pemangku kebijakan agar tidak hanya bergerak saat sebuah kasus menjadi sorotan media.

Menurutnya, isu pengentasan kemiskinan selalu menjadi janji kampanye, sehingga sudah seharusnya diwujudkan dalam kebijakan konkret yang langsung menyentuh warga paling rentan.

“Mengangkat harkat hidup orang miskin selalu jadi slogan politik. Tragedi ini mengingatkan kita, itu bukan sekadar janji, tapi tanggung jawab kemanusiaan,” pungkasnya. (*/Red)

Catatan Redaksi:

Isu bunuh diri berkaitan erat dengan kesehatan mental dan tekanan sosial-ekonomi.

Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan berat atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, penting untuk segera mencari bantuan profesional, layanan kesehatan terdekat, atau berbicara dengan keluarga/orang yang dipercaya. Anda tidak sendirian, dan bantuan itu ada.

Post Views: 832
Tags: Anak SD Bunuh Diri di Ngada NTTAndi Sofyan HasdamIsu Bunuh Diri
Share13Send

Related Posts

Reses Anggota DPD RI Andi Sofyan Hasdam di Bontang bersama anak muda

Andi Sofyan Hasdam Ajak Generasi Muda Bontang Peduli Krisis Lingkungan, Singgung Ancaman Pemanasan Global

by Redaksi Cuitan Kaltim
5 Juli 2026
0
50

BONTANG, CUITANKALTIM.COM - Anggota DPD RI Andi Sofyan Hasdam mengajak generasi muda di Kota Bontang untuk lebih peduli terhadap persoalan...

Ketua Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam, saat lakukan sosialisasi empat pilar di Bontang

TKD Dipangkas, Sofyan Hasdam Ungkap Dampaknya ke Ekonomi Daerah hingga Beban PPPK

by Redaksi Cuitan Kaltim
23 Juni 2026
0
121

BONTANG, CUITANKALTIM.COM - Ketua Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam menyoroti sejumlah persoalan yang kini dihadapi pemerintah daerah. Diantaranya mulai dari...

Reses Ketua Komite I DPD Andi Sofyan Hasdam

Ketua Komite I DPD RI, Bahas Skema Pemilu 2029 Hingga Kelangkaan BBM di Bontang

by Redaksi Cuitan Kaltim
9 Mei 2026
0
74

BONTANG - Ketua Komite I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Andi Sofyan Hasdam menggelar reses di Cafe...

Next Post
Ilustrasi kasus pencurian di Bontang

Terduga Pasutri Dkk Terlibat Aksi Pencurian Berantai, Tim Rajawali Polres Bontang Amankan 4 Orang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular News

  • Prosesi pemakaman bayi yang meninggal dunia usai menjalani penanganan medis di RS Santa Elisabeth Bengalon.

    Kasus Kematian Bayi di RS Santa Elisabeth Bengalon Kutim Masih Diselidiki Polisi

    280 shares
    Share 112 Tweet 70
  • Jadwal Kapal PELNI Juli 2026 dari Pelabuhan Bontang Resmi Dirilis, Catat Tanggal dan Rute Lengkapnya

    759 shares
    Share 304 Tweet 190
  • Mediasi Gugatan Perdata Basri Rase Kembali Dijadwalkan, Tergugat Siapkan Rekonvensi

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Gerak-gerik Mencurigakan di Jalan HM Ardans Bontang, Dua Pria Dibekuk Polisi

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Wali Kota Bontang Tekankan OPD Terus Perkuat Tata Kelola Data Pemerintahan

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pelabuhan Semayang di Balikpapan

Jadwal Kapal Balikpapan – Surabaya April 2026, Dharma Lautan Utama Beroperasi Rutin

5 April 2026
Tahanan di Lapas Bontang Meninggal, Diduga Akibat Penganiayaan (Ist)

Tragedi di Lapas Bontang: Tahanan Meninggal, Penganiayaan Diduga

11 Maret 2025
Ketua PHM Udin Mulyono saat ditemui awak media

PHM Laporkan Salah Satu RT di Bontang Terkait Dugaan Politik Uang

8 November 2024
PT DLU Rilis Jadwal Kapal Balikpapan - Parepare dan Balikpapan - Palu Februari - Maret 2026

PT DLU Rilis Jadwal Kapal Balikpapan – Parepare dan Balikpapan – Palu Februari – Maret 2026

23 Februari 2026
Penguyuban Ikabido Bontang NTB Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

Penguyuban Ikabido Bontang NTB, Tampilkan Busana Rimpu di Bontang City Carnaval

2
Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi (Penulis Wahdi)

Belajar Menulis Feature dari Pramoedya Ananta Toer dan Mahbub Djunaidi

2
Najirah saat ditemui wartawan

Kinerja Perumda AUJ dan PT LBB Tidak Maksimal, Ini Kata Najirah

1
Proyek Jalan di Semangko - Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

Proyek Jalan di Semangko – Kersik dengan Anggaran Rp36 M dari APBD Provinsi Kaltim 2025 Dibongkar, Usai Viral Dugaan Campuran Air Asin

1
AKBP Aryansyah Pimpin Polres Kutim

AKBP Aryansyah Pimpin Polres Kutim, Berbekal Pengalaman Ungkap Kasus Siber Internasional

18 Juli 2026
Pogres pembagunan IKN

Basuki Beberkan Progres IKN, Jalan Tol hingga Kawasan Legislatif Masih Dibangun

17 Juli 2026
Barang bukti yang diamankan Polres Bontang

Terendus dari Laporan Warga, Polisi Bongkar Dugaan Peredaran Sabu 10,22 Gram di Bontang

17 Juli 2026
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni saat diwawancarai awak media

Tahun Ajaran Baru, Wali Kota Bontang Tekankan Guru Jaga Mutu Pendidikan

17 Juli 2026

Cuitan Kaltim

Cuitan Kaltim

KALTIM

SAMARINDA
BALIKPAPAN
BONTANG
KUKAR
KUTIM
KUBAR
MAHULU
PASER
PPU
BERAU

 

ADVERTORIAL

PEMERINTAHAN
CORPORATE
UMUM

EKONOMI

BISNIS
FINANCIAL
UMKM

DEMOKRASI

POLITIK
HUKUM
PEMILU
PILKADA
DINAMIKA

MORE

INTERNASIONAL
NASIONAL
LIFESTYLE
KESEHATAN
PENDIDIKAN

VISUAL

VIDEO
INFOGRAFIK

INFO

TENTANG KAMI
REDAKSI
INFO IKLAN
PEDOMAN MEDIA SIBER
SOP PERLINDUNGAN WARTAWAN
KODE PERILAKU PERUSAHAAN PERS
PEDOMAN PEMBERITAAN RAMAH ANAK

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Vision Web Development, Bontang

No Result
View All Result
  • Home
  • Kaltim
    • Balikpapan
    • Berau
    • Bontang
    • Kutai Barat
    • Kutai Kartanegara
    • Kutai Timur
    • Mahakam Ulu
    • Paser
    • Penajam Paser Utara
    • Samarinda
  • Advertorial
    • Pemerintahan
    • Umum
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Olahraga
    • UMKM
  • Visual
    • Opini
    • Video
  • Demokrasi
    • Dinamika
    • Hukum
    • Pemilu
    • Pilkada
    • Politik
  • More
    • Internasional
    • Kesehatan
    • Lifestyle
    • Nasional
    • Pendidikan

© 2024, Cuitankaltim.com
Developed by Visi Media Teknologi, Bontang