BONTANG, CUITANKALTIM.COM – Anggota DPD RI Andi Sofyan Hasdam mengajak generasi muda di Kota Bontang untuk lebih peduli terhadap persoalan lingkungan yang dinilai akan menjadi tantangan terbesar di masa depan.
Hal itu disampaikannya saat menggelar reses dan berdialog dengan para remaja di Bontang.
Menurut Andi, isu lingkungan bukan lagi persoalan generasi saat ini, melainkan menjadi masalah yang akan paling banyak dirasakan oleh anak-anak muda.
“Masalah lingkungan itu kan masalah anak-anak ini, masalah mereka. Oleh karena itu saya membuka wawasan mereka bahwa ternyata ada persoalan besar yang akan mereka hadapi ke depan,” ujarnya, di Auditorium 3 Dimensi, Sabtu 4 Juli 2026.
Dalam dialog tersebut, Andi memaparkan berbagai tantangan global mulai dari ketahanan pangan, energi, ketersediaan air bersih, perumahan hingga perubahan iklim akibat meningkatnya emisi karbon.
Dia mengatakan, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membangun kesadaran generasi muda terhadap ancaman tersebut sebelum membahas solusi yang lebih konkret.
“Yang penting mereka sadar bahwa mereka punya masalah ke depan. Nanti langkah berikutnya saya akan bertemu lagi dengan mereka untuk berdiskusi mencari solusi,” katanya.
Andi juga menjelaskan proses terjadinya pemanasan global. Ia menerangkan bahwa semakin banyak pohon ditebang, semakin sedikit karbon yang dapat diserap sehingga gas-gas rumah kaca semakin menumpuk di atmosfer.
Akibatnya, panas matahari yang seharusnya dipantulkan kembali ke luar angkasa justru terperangkap dan dipantulkan kembali ke permukaan bumi sehingga suhu bumi terus meningkat.
“Gas rumah kaca itu bukan hanya karbon, tetapi juga gas metana dan gas lainnya. Ketika lapisan itu semakin tebal, panas yang seharusnya keluar justru dipantulkan kembali ke bumi sehingga bumi semakin panas,” jelasnya.
Selain mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan, Andi juga mengajak para remaja memulai aksi sederhana, seperti menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi sampah.
Bahkan ia berencana mengajak para peserta reses untuk mengikuti kegiatan membersihkan sampah plastik dan botol di kawasan pesisir Bontang sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
“Kalau urusan sampah saja kita tidak bisa selesaikan, bagaimana kita mau menghadapi persoalan lingkungan yang lebih besar di masa depan,” pungkasnya. (*/Niwil)

















