THAILAND – Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan program pengabdian masyarakat di Provinsi Yala, Thailand Selatan.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 6–9 Maret 2026 dengan fokus pada penguatan pemasaran produk sayuran organik milik petani setempat.
Program bertajuk Increasing Market Innovation to Develop Sustainable Business in Southern Thailand itu menyasar Organic Vegetable Bouquet Farmers Group, kelompok petani yang mengembangkan konsep pemasaran sayuran organik dalam bentuk bouquet atau rangkaian layaknya bunga.
Ketua tim pengabdian dari UMY, Susilo Nur Aji Cokro Darsono, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membantu petani meningkatkan kemampuan pemasaran agar produk mereka mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
“Produk yang mereka hasilkan sebenarnya memiliki kualitas tinggi dan konsep yang unik. Tantangannya adalah bagaimana memperkenalkan nilai tersebut kepada pasar yang lebih luas,” ujarnya Jumaat 13 Maret 2026.
Kegiatan ini melibatkan sejumlah akademisi lintas disiplin, antara lain Hafiez Sofyani dari Program Studi Akuntansi UMY, Prof. Imamudin Yuliadi dari Magister Ekonomi UMY, Ferry Fadzlul Rahman dari Fakultas Kesehatan Masyarakat UMKT, serta Nguyen Tranh Thai Ha dari Khon Kaen Business School, Thailand.
Kolaborasi tersebut juga didukung Maisaroh Samaee dari Yala Rajabhat University yang berperan sebagai penghubung antara tim akademisi dan komunitas petani lokal.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan asesmen kebutuhan petani serta memberikan pelatihan dan pendampingan terkait promosi produk.
Dukungan yang diberikan antara lain pelatihan fotografi produk, penguatan strategi branding, pemanfaatan media sosial untuk pemasaran digital, hingga pengembangan kemasan produk.
Pendampingan juga mencakup strategi penetapan harga produk organik premium agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasar.
Perwakilan Organic Vegetable Bouquet Farmers Group menyambut baik program tersebut karena memberikan wawasan baru dalam memasarkan produk mereka.
“Kami tidak hanya belajar cara memotret produk dengan lebih baik, tetapi juga bagaimana menyampaikan cerita dan nilai dari sayuran organik yang kami tanam,” ungkapnya.
Selain dosen, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dan tenaga kependidikan. Mahasiswa magister dari UMY turut berpartisipasi dalam pendampingan dan dokumentasi kegiatan sebagai bagian dari pembelajaran lapangan.
Tim pengabdian menargetkan adanya peningkatan omzet penjualan kelompok tani dalam enam bulan ke depan serta perluasan jaringan distribusi ke kota-kota lain di Thailand Selatan, bahkan berpotensi menjangkau pasar Malaysia.
Menurut Hafiez Sofyani, pendekatan pemberdayaan seperti ini relevan untuk diterapkan di Indonesia karena banyak petani organik menghadapi kendala serupa dalam pemasaran.
“Pendekatan yang kami lakukan di Yala dapat menjadi model yang bisa diadaptasi untuk mendukung petani organik di berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.
Program tersebut menjadi bagian dari komitmen UMKT dan UMY dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi melalui kolaborasi internasional yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. (*/Red)














