KUTIM – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kutai Timur (Kutim) melakukan pemantauan lapangan, Jumat (13/3/2026).
Wakil Bupati Mahyunadi memimpin langsung dengan menyisir sejumlah titik vital guna memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga.
Kegiatan ini dihadiri juga Kapolres Kutim AKBP Fauzan Arianto serta jajaran Forkopimda, langkah sebagai upaya untuk mastikan ketersediaan bahan bakar untuk memasak.
Dengan diawali dengan pengecekan Gas melon agen LPG di AW Syahrani.
”Kami ingin memastikan bahwa distribusi LPG subsidi ini benar-benar tepat sasaran dan pasokannya terjaga, sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan gas 3 kg,” tegas Mahyunadi di sela peninjauan.
Kegiatan tersebut direspon dengan baik oleh pihak agen Bustani, perwakilan agen setempat, menjamin bahwa alokasi dari pusat masih berjalan normal dan diprediksi cukup untuk kebutuhan masyarakat sampai tiba hari kemenangan.
Selain itu, tim juga mengunjungi SPBU di Jalan Yos Sudarso 2 untuk mengkonfirmasi stok BBM.
Berdasarkan keterangan pengawas SPBU, Basri, distribusi masih dalam kondisi aman meski terjadi peningkatan volume kendaraan.
Tak hanya itu, Pasar Sembako Murah di BPU Kecamatan Sangatta Utara juga dilakukan, terdapat 2.238 paket kebutuhan pokok dengan harga subsidi senilai Rp 100 ribu per paket habis di serbu warga.
Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadani, menyebut program ini upaya dari pemerintah untuk mencegah munculnya potensi inflasi musiman.
Sementara itu sidak ditutup dengan peninjauan harga komoditas di Pasar Sangatta Selatan dan pengecekan standar kesehatan daging di Rumah Potong Hewan (RPH) Batota.
Petugas mengingatkan kepada para pedagang untuk tidak melakukan penimbunan maupun menjual barang kedaluwarsa, dan tetap menjaga standar higienis yang layak konsumsi pada proses pemotongan hewan. (*/Arya)

















