BONTANG – Pemerintah Kota Bontang memastikan tidak mengalokasikan anggaran dari APBD untuk pengadaan hewan kurban pada perayaan Iduladha tahun ini.
Sebagai gantinya, kegiatan kurban akan dilakukan secara gotong royong oleh para pejabat dan pegawai di lingkungan pemerintah daerah.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk penyesuaian terhadap kondisi keuangan daerah, sekaligus mendorong partisipasi pribadi aparatur dalam berbagi kepada masyarakat.
“Tahun ini kita tidak menggunakan dana APBD. Kurban dilakukan secara pribadi oleh kepala dinas dan pegawai, termasuk wali kota. Misalnya, satu ekor sapi untuk tujuh orang,” ujarnya saat ditemui wartawan di halaman DPMPTSP, Senin (27/4/2026).
Dia menjelaskan, mekanisme kurban dilakukan secara kolektif di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD).
Para pejabat dan pegawai dapat berkelompok untuk membeli hewan kurban, yang kemudian didistribusikan ke masjid-masjid dan masyarakat di Kota Bontang.
Pada tahun sebelumnya, jumlah hewan kurban yang berhasil dihimpun mencapai 21 ekor sapi. Tahun ini, pemerintah berharap jumlah tersebut dapat meningkat.
“Mudah-mudahan tahun ini bisa lebih banyak, bahkan kalau bisa melebihi tahun lalu,” katanya.
Menurutnya, kebijakan ini juga menjadi momentum untuk menumbuhkan nilai keikhlasan dan semangat berbagi di kalangan aparatur tanpa bergantung pada pembiayaan dari pemerintah daerah.
“Semangat berbagi tumbuh dari kesadaran pribadi, sehingga manfaatnya bisa lebih dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya. (*/Niwil)

















