CUITANKALTIM.COM, BONTANG – SD Negeri 003 Bontang Utara menerapkan sistem bergiliran dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan pagi untuk memastikan seluruh siswa dapat mengikuti tadarus dan salat duha secara tertib.
Sistem ini diberlakukan karena keterbatasan kapasitas musala sekolah yang tidak memungkinkan seluruh siswa berkumpul dalam waktu bersamaan. Oleh karena itu, jadwal dibagi secara terstruktur berdasarkan kelas.
Kegiatan dimulai setiap pukul 07.00 dengan tadarus Al-Qur’an yang dilanjutkan salat duha berjamaah bagi kelompok siswa yang sudah dijadwalkan. Pola ini dinilai efektif dalam menjaga ketertiban kegiatan pagi.
Kepala SD Negeri 003 Bontang Utara, Abdillah, menjelaskan, pembagian jadwal ini dilakukan untuk memastikan semua siswa tetap mendapatkan kesempatan yang sama dalam kegiatan keagamaan.
“Untuk kelas 5 dan 6 memang wajib setiap hari, sedangkan kelas lain kami atur secara bergiliran agar semua kebagian kesempatan yang sama,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Sistem ini juga membantu guru dalam melakukan pengawasan karena jumlah siswa yang hadir dalam musala menjadi lebih terkendali dan tidak terlalu padat.
Selain itu, sekolah menilai pendekatan ini lebih efektif dalam membangun kedisiplinan siswa tanpa mengganggu kenyamanan kegiatan ibadah.
Guru-guru turut dilibatkan dalam pengaturan jadwal dan pendampingan siswa agar pelaksanaan berjalan sesuai rencana.
Sekolah berharap sistem ini dapat terus ditingkatkan agar kegiatan keagamaan tetap berjalan optimal meskipun dengan keterbatasan fasilitas.
“Kami ingin semua siswa tetap terfasilitasi dengan baik tanpa ada yang tertinggal dalam kegiatan pembinaan karakter ini,” tutupnya. (MH/ADV)

















