KUTIM – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tengah menyusun sinkronisasi program pasca instruksi Presiden Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasioanal (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah 2026. Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menegaskan arahan presiden itu harus diterjemahkan dalam bentuk program di daerah.
Salah satu yang menjadi perhatian yakni soal gentengisasi. Gentengisasi merupakan gerakan nasional mengganti atap dari seng menjadi genteng yang berbahan tanah liat. Program ini kata Ardiansyah, sejalan dengan kondisi di Kalimantan. Pasalnya, masyarakat sudah terbiasa menggunkan atap Sirap.
Selain itu, program gentengnisasi akan disinkronkan dengan program 1000 rumah layak huni yang merupakan salah satu 50 program unggulan Bupati.
“Yang pertama kali kemarin saya panggil itu Kepala Dinas terkait dengan program 1000 rumah layak huni. Mudah-mudahan ini sudah bisa kita gunakan,” ujarnya, Senin (9/2/2026).
Arahan Presiden terkait potensi bencana hidrometeorologi juga langsung ditindaklanjuti. Daerah diminta memperkuat sistem peringatan dini dan kesiapan penanganan bencana.
“Sehingga masing-masing daerah tetap harus waspada dan harus memikirkan mitigasi, serta bagaimana keluar dari itu (bencana),” lanjutnya.
Dalam bidang sosial, penangan stunting, kemiskinan, dan layanan kesehatan tetap menjadi perhatian utama. Ardiansyah menyebut BPJS tetap akan menjadi tulang punggung layanan kesehatan daerah.
“Program strategis terkait dengan sosial, kemanusiaan, kesehatan ini menjadi menjadi keniscayaan bagi semua daerah,” katanya.
Sementara itu, arahan Presiden mengenai penguatan industri sawit dianggap selaras dengan arah pembangunan Kutim. Sebagai salah satu lumbung sawit di Indonesia, Kutim tengah menyiapkan pengembangan hilirisasi melalui Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy.
Menurutnya potensi hilirisasi sawit cukup menjajikan. Bukan hanya minyak goreng, sawit juga menjadi solusi biodiesel, kosmetik, hingga di bidang kesehatan. “Mungkin kedepan tambang tidak perlu lagi, cukup sawit,” Tegasnya.
Ardiansyah menyebut, Pemkab masih menunggu agenda evaluasi yang akan dipimpin langsung oleh gubernur Kaltim selaku ketua KEK Maloy. Ia menegaskan arahan Rakornas harus dikerjakan, namun Kutim memastikan seluruh arahan Presiden akan berjalan linier dengan agenda pembangunan daerah. (*/Arya)

















