KUTIM – Rotasi jabatan kembali digelar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur di Sangatta.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman melantik empat pejabat pimpinan tinggi pratama serta dua pejabat fungsional ahli utama di Ruang Meranti, Senin (18/5/2026).
Pergantian ini tidak dibingkai sebagai seremoni rutin, melainkan penataan ulang posisi strategis birokrasi.
“Ini bagian dari penyegaran organisasi dan percepatan kerja,” ujar Ardiansyah Sulaiman.
Marhadyn kini menempati posisi Kepala Dinas Koperasi dan UKM, bergeser dari Bappeda yang selama ini lekat dengan perencanaan.
“UMKM harus naik kelas, tidak bisa lagi berjalan biasa-biasa saja,” katanya.
Mahriadi dipercaya memimpin Dinas Pariwisata. Dari urusan anggaran dan perencanaan, ia kini dihadapkan pada tuntutan menghidupkan sektor wisata daerah.
“Pariwisata harus jadi penggerak ekonomi, bukan hanya potensi,” ujarnya.
Sulisman beralih ke Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi setelah sebelumnya menangani bidang teknologi informasi.
“Data dan lapangan harus terhubung dalam kebijakan tenaga kerja,” tegasnya.
Novian Prananta kini menjabat Kepala DPMPTSP, sektor yang menjadi pintu utama investasi daerah.
“Pelayanan investasi harus cepat, jelas, dan tanpa hambatan,” pesanya.
Sementara itu, dr. Oktavianus dan dr. Ricard dilantik sebagai pejabat fungsional ahli utama di bidang kesehatan.
“Penguatan layanan teknis menjadi bagian penting dari sistem birokrasi,” ungkapnya lagi.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa rotasi ini bukan sekadar pergantian posisi, tetapi penguncian ulang mesin birokrasi agar lebih responsif terhadap kebutuhan publik.
“Yang dinilai bukan jabatan, tapi hasil kerja,” tutupnya. (*/Arya)

















