KUTIM – Bupati KutainTimur Ardiansyah Sulaiman mengungkapkan adanya investor asal China yang siap mengembangkan proyek hilirisasi batu bara dengan nilai investasi mencapai Rp40 triliun.
Investasi tersebut diarahkan pada proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol dan dimethyl ether (DME), yang belakangan menjadi perhatian pemerintah pusat sebagai langkah mengurangi ketergantungan impor LPG nasional.
Menurut Ardiansyah, arah kebijakan pemerintah kini tidak lagi hanya mendorong penjualan batu bara mentah, melainkan pengolahan menjadi produk turunan bernilai tambah tinggi.
Pemkab Kutim sendiri disebut telah menyiapkan sejumlah kawasan strategis, termasuk kawasan ekonomi khusus, guna menopang masuknya investasi industri energi dan hilirisasi di daerah.
“Kita sudah siapkan sejumlah kawasan strategis,” ungkapnya belum lama ini.
Meski demikian, Ardiansyah menegaskan seluruh investasi yang masuk tetap harus mematuhi aturan, memperhatikan keberlanjutan lingkungan, serta memberi dampak nyata bagi masyarakat dan tenaga kerja lokal.
“Kita ingin investasi ini benar-benar memberi manfaat untuk daerah dan masyarakat,” pungkasnya. (*/Arya)

















