CUITANKALTIM.COM, BONTANG – SDN 006 Bontang Utara menerapkan kebijakan pembiasaan keagamaan bagi seluruh siswa sebelum kegiatan belajar dimulai.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pendidikan karakter berbasis nilai religius.
Kepala SDN 006 Bontang Utara, Catur Ratna Juarsih, mengatakan bahwa program ini telah berjalan secara konsisten dan menjadi rutinitas harian di sekolah. Semua siswa mengikuti kegiatan tanpa terkecuali.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat dhuha yang dilakukan secara bersama-sama. Setelah itu, siswa melanjutkan dengan membaca Al-Qur’an di kelas masing-masing.
Pembiasaan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga membentuk kebiasaan baik dalam kehidupan sehari-hari.
Sekolah ingin memastikan siswa memiliki dasar keagamaan yang kuat.
Setiap kelas memiliki waktu khusus untuk mengaji surat-surat pendek. Hal ini dilakukan secara rutin agar siswa semakin hafal dan memahami bacaan salat.
“Setiap hari kalau kita tingkatkan salat dhuha. Kita adakan salat dhuha, terus mengaji setiap kelas. Setiap kelas pagi itu untuk mengaji surat-surat pendek, itu wajib juga,” bebernga, Selasa (28/4/2026).
Peran guru agama menjadi penting dalam pelaksanaan program ini. Mereka aktif membimbing siswa agar kemampuan membaca Al-Qur’an terus meningkat.
Dengan adanya kegiatan ini, suasana sekolah menjadi lebih religius dan kondusif. Siswa juga terlihat lebih siap mengikuti pelajaran setelah menjalani rutinitas pagi.
“Iya, sebelum ada pembelajaran, kita selalu anak-anak mengaji surat-surat pendek itu biar tetap hafal suratnya untuk salat juga,” pungkasnya. (MH/ADV)

















